Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 06 Oktober 2011

Manfaat Jalan Kaki


Semakin berkembangnya teknologi, sarana transportasi pun ikut berkembang, sehingga membuat orang jadi malas untuk jalan kaki, tapi perlu di ingat jalan kaki lebih sehat dari naik transportasi, berikut beberapa manfaat jalan kaki.
1.     Jantung.
Pertama-tama tentu menekan risiko serangan jantung. Kita tahu otot jantung membutuhkan aliran darah lebih deras (dari pembuluh koroner yang memberinya makan) agar bugar dan berfungsi normal memompakan darah tanpa henti. Untuk itu, otot jantung membutuhkan aliran darah yang lebih deras dan lancar. Berjalan kaki tergopoh-gopoh memperderas aliran darah ke dalam koroner jantung. Dengan demikian kecukupan oksigen otot jantung terpenuhi dan otot jantung terjaga untuk bisa tetap cukup berdegup. Bukan hanya itu. Kelenturan pembuluh darah arteri tubuh yang terlatih menguncup dan mengembang akan terbantu oleh mengejangnya otot-otot tubuh yang berada di sekitar dinding pembuluh darah sewaktu melakukan kegiatan berjalan kaki tergopoh-gopoh itu.
Hasil akhirnya, tekanan darah cenderung menjadi lebih rendah, perlengketan antarsel darah yang bisa berakibat gumpalan bekuan darah penyumbat pembuluh juga akan berkurang. Lebih dari itu, kolesterol baik (HDL) yang bekerja sebagai spons penyerap kolesterol jahat (LDL) akan meningkat dengan berjalan kaki tergopoh-gopoh. Tidak banyak cara di luar obat yang dapat meningkatkan kadar HDL selain dengan bergerak badan. Berjalan kaki tergopoh-gopoh tercatat mampu menurunkan risiko serangan jantung menjadi tinggal separuhnya.

2.    Stroke.
Kendati manfaat berjalan kaki terhadap stroke pengaruhnya belum senyata terhadap serangan jantung koroner, beberapa studi menunjukkan hasil yang menggembirakan. Tengok saja bukti alami nenek-moyang kita yang lebih banyak melakukan kegiatan berjalan kaki setiap hari, kasus stroke zaman dulu tidak sebanyak sekarang. Salah satu studi terhadap 70 ribu perawat (Harvard School of Public Health) yang dalam bekerja tercatat melakukan kegiatan berjalan kaki sebanyak 20 jam dalam seminggu, risiko mereka terserang stroke menurun duapertiga.

3.    Berat badan stabil.
Ternyata dengan membiasakan berjalan kaki rutin, laju metabolisme tubuh ditingkatkan. Selain sejumlah kalori terbuang oleh aktivitas berjalan kaki, kelebihan kalori yang mungkin ada akan terbakar oleh meningkatnya metabolisme tubuh, sehingga kenaikan berat badan tidak terjadi.

4.    Menurunkan berat badan.
Selain berat badan dipertahankan stabil, mereka yang mulai kelebihan berat badan, bisa diturunkan dengan melakukan kegiatan berjalan kaki tergopoh-gopoh itu secara rutin. Kelebihan gajih di bawah kulit akan dibakar bila rajin melakukan kegiatan berjalan kaki cukup laju paling kurang satu jam.

5.    Mencegah kencing manis.
Dengan membiasakan berjalan kaki melaju sekitar 6 km per jam, waktu tempuh sekitar 50 menit, ternyata dapat menunda atau mencegah berkembangnya diabetes Tipe 2, khususnya pada mereka yang bertubuh gemuk (National Institute of Diabetes and Gigesive & Kidney Diseases). Sebagaimana kita tahu bahwa kasus diabetes yang bisa diatasi tanpa perlu minum obat, bisa dilakukan dengan memilih gerak badan rutin berkala. Selama gula darah bisa terkontrol hanya dengan cara bergerak badan (brisk walking), obat tidak diperlukan. Itu berarti bahwa berjalan kaki tergopoh-gopoh sama manfaatnya dengan obat antidiabetes.

6.    Mencegah osteoporosis.
Betul. Dengan gerak badan dan berjalan kaki cepat, bukan saja
otot-otot badan yang diperkokoh, melainkan tulang-belulang juga. Untuk metabolisme kalsium, bergerak badan diperlukan juga, selain butuh paparan cahaya matahari pagi. Tak cukup ekstra kalsium dan vitamin D saja untuk mencegah atau memperlambat proses osteoporosis. Tubuh juga membutuhkan gerak badan dan memerlukan waktu paling kurang 15 menit terpapar matahari pagi agar terbebas dari ancaman osteoporosis. Mereka yang melakukan gerak badan sejak muda, dan cukup mengonsumsi kalsium, sampai usia 70 tahun diperkirakan masih bisa terbebas dari ancaman pengeroposan tulang.

7.    Meredakan encok lutut.
Lebih sepertiga orang usia lanjut di Amerika mengalami encok lutut (osteoarthiris) . Dengan membiasakan diri berjalan kaki cepat atau memilih berjalan di dalam kolam renang, keluhan nyeri encok lutut bisa mereda. Untuk mereka yang mengidap encok lutut, kegiatan berjalan kaki perlu dilakukan berselang-seling, tidak setiap hari. Tujuannya untuk memberi kesempatan kepada sendi untuk memulihkan diri. Satu hal yang perlu diingat bagi pengidap encok tungkai atau kaki: jangan keliru memilih sepatu olahraga.
Kita tahu, dengan semakin pertambahnya usia, ruang sendi semakin sempit, lapisan rawan sendi kian menipis, dan cairan ruang sendi sudah susut. Kondisi sendi yang sudah seperti itu perlu dijaga dan dilindungi agar tidak mengalami goncangan yang berat oleh beban bobot tubuh, terlebih pada yang gemuk. Bila bantalan (sol) sepatu olahraganya kurang empuk, sepatu gagal berperan sebagai peredam goncangan (shock absorber). Itu berarti sendi tetap mengalami beban goncangan berat selama berjalan, apalagi bila berlari atau melompat. Hal ini yang memperburuk kondisi sendi, lalu mencetuskan serangan nyeri sendi atau menimbulkan penyakit sendi pada mereka yang berisiko terkena gangguan sendi.
Munculnya nyeri sendi sehabis melakukan kegiatan berjalan kaki, bisa jadi lantaran keliru memilih jenis sepatu olahraga. Sepatu bermerek menentukan kualitas bantalannya, selain kesesuaian anatomi kaki. Kebiasaan berjalan kaki tanpa alas kaki, bahkan di dalam rumah
sekalipun, bisa memperburuk kondisi sendi-sendi tungkai dan kaki, akibat beban dan goncangan yang harus dipikul oleh sendi.

8.    Menghindari Depresi.
Ternyata bergerak badan dengan berjalan kaki cepat juga membantu pasien dengan status depresi. Berjalan kaki tergopoh-gopoh bisa menggantikan obat antidepresan yang harus diminum rutin. Studi ihwal terbebas dari depresi dengan berjalan kaki sudah dikerjakan lebih 10 tahun.

9.    Mengurangi resiko terkena Kanker juga dapat dibatalkan muncul bila kita rajin berjalan kaki, setidaknya jenis kanker usus besar (colorectal carcinoma). 
Kita tahu, bergerak badan ikut melancarkan peristaltik usus, sehingga buang air besar lebih tertib. Kanker usus dicetuskan pula oleh tertahannya tinja lebih lama di saluran pencernaan. Studi lain juga menyebutkan peran berjalan kaki terhadap kemungkinan penurunan risiko terkena kanker payudara.

http://www.infospesial.com/article/kesehatan/manfaat-jalan-kaki.htm

Jumat, 23 September 2011

8 Waktu Terbaik Untuk Otak Kita


Banyak yang menduga hanya energi atau berat badan yang dapat berfluktuasi selama satu hari. Padahal otak manusia juga memiliki irama tersendiri dan ada waktu-waktu terbaiknya. Kapan saja waktu brilian untuk melakukan aktivitas tertentu?
Seperti dikutip dari Health.MSN, Senin (4/10/2010) ada 8 waktu tertentu yang mana seseorang bisa menjadi brilian dalam melakukan tugas-tugasnya, yaitu:
1.       Jam 7-9 pagi: Saat terbaik untuk meningkatkan semangat dan gairah
“Waktu tersebut merupakan saat yang sempurna untuk meningkatkan ikatan dengan pasangan ketika baru bangun tidur,” ujar Ilia Karatsoreos, PhD, ahli saraf dari Rockefeller University.
Hal ini karena kadar hormon oksitosin (hormon cinta) berada di level tertinggi setelah bangun tidur. Waktu ini merupakan saat yang tepat untuk memperkuat hubungan dengan orang-orang yang paling penting dalam hidup. Peneliti Inggris menuturkan bahwa kadar oksitosin pada laki-laki akan berangsur-angsur menurun seiring berjalannya waktu.
2.       Jam 9 pagi sampai 11 siang: Saat terbaik untuk kreativitas
Pada waktu tersebut otak memiliki hormon kortisol (hormon stres) yang cukup, sehingga dapat membantu memfokuskan pikiran dan hal ini tidak dipengaruhi oleh usia berapapun.
Saat ini merupakan waktu yang prima untuk belajar serta mengerjakan tugas yang membutuhkan analisa dan konsentrasi. Karena itu saatnya mengembangkan ide baru, membuat presentasi atau melakukan brainstorming.
3.      Jam 11 sampai jam 2 siang: Saat terbaik untuk melakukan tugas yang sulit
Peneliti Jerman menuturkan saat tersebut hormon melatonin (hormon tidur) telah menurun tajam, sehingga tubuh lebih siap untuk mengerjakan beban proyek atau pekerjaan yang sulit dan keras.
Namun sebaiknya tetap tidak melakukan beberapa tugas secara bersamaan, karena akan membuat seseorang kehilngan konsentrasi. Karena itu saatnya melakukan presentasi atau melakukan tugas yang berat lainnya.
4.      Jam 2-3 siang: Saat terbaik untuk beristirahat
Untuk mencerna makan siang, maka tubuh akan menarik darah dari otak ke perut, kondisi ini akan membuat asupan darah atau oksigen ke otak sedikit berkurang yang membuat seseorang jadi mengantuk. Untuk itu cobalah beristirahat sebentar dari pekerjaan.
5.      Jika tetap harus bekerja dan melawan kantuk, cobalah berjalan-jalan sebentar, melakukan meditasi atau minum air putih. Hal ini bisa meningkatkan volume vaskuler dan sirkulasi sehingga meningkatkan aliran darah ke otak.
Jam 3 siang sampai 6 sore: Saat terbaik untuk kolaborasi
“Pada saat sekarang otak akan merasa sangat lelah,” ujar Paul Nussbaum, PhD, seorang neuropsikolog klinis. Karena itu tak ada salahnya untuk melakukan kolaborasi dengan rekan kerja atau melakukan kegiatan yang berbeda. Meskipun otak tidak setajam waktu sebelumnya, tapi seseorang akan merasa lebih santai dan tekanan tubuhnya juga lebih rendah.
6.      Jam 6 sore sampai 8 malam: Saat terbaik untuk melakukan tugas-tugas pribadi
Diantara jam tersebut, peneliti menemukan bahwa otak sudah masuk dalam tahap ‘pemeliharaan’, yaitu ketika produksi melatonin masih berada di level rendah.
Tak ada salahnya untuk berjalan-jalan seorang diri atau bersama teman-teman, menyiapkan makan malam atau menikmati waktu yang berkualitas bersama anggota keluarga.
7.      Jam 8-10 malam: Saat terbaik untuk bersantai
Pada saat ini ada transisi dari kondisi terjaga menjadi mengantuk, karena kadar hormon melatonin akan meningkat cepat. Sementara itu kadar serotonin (neurotransmitter yang berhubungan dengan semangat) akan memudar.
Rubin Naiman, PhD spesialis masalah tidur dari University of Arizona’s Center for Integrative Medicine menuturkan sekitar 80 persen serotonin akan dirangsang dari paparan sinar matahari, sehingga jika matahari tenggelam kadar dalam dalam tubuh juga berkurang.
“Pada malam hari ketika otak sudah lelah, merupakan cara terbaik untuk membuat tubuh menjadi santai seperti menonton film lucu, merajut atau melakukan hal-hal yang bisa membuat tubuh santai atau rileks,” ujar Naiman.
8.      Jam 10 malam ke atas: Saat terbaik untuk tidur dan menuda segala kegiatan
Saat ini merupakan waktunya istirahat malam dan tidur, pengaturan cahaya akan dapat membantu membiarkan otak beristirahat. Setelah beberapa jam, otak akan siap kembali untuk memulai aktivitas baru.
Usahakan untuk mendapatkan tidur yang cukup sebanyak 7-8 jam, sehingga bisa mendapatkan kesehatan dan energi yang optimal di pagi hari.

source : detik health

Minggu, 18 September 2011

7 Kebiasaan Orang Yang Memiliki Daya Ingat yang Kuat


Mengingat adalah sebuah teknik yang dibutuhkan dalam segala aspek kehidupan. Tanpa mengingat, kita tidak mungkin bisa menjalankan kehidupan kita dengan normal. Apa buktinya kalau daya ingat itu penting? Kita lihat saja, banyak orang-orang yang mengalami gangguan ingatan seperti Alzheimer yang ingin kembali pulih ke keadaan semula.
Selain itu, dari mulai kita lahir sudah dididik untuk memiliki daya ingat yang tinggi. Misalnya saja orang tua memberikan asupan nutrisi yang lebih supaya daya ingat kita menjadi tinggi. Karena daya ingat benar-benar diperlukan di segala bidang.
Melindungi dan meningkatkan kemampuan otak sangatlah mudah. Cukup melatih beberapa kebiasaan kecil dan ubah pola hidup yang tidak baik. Otak akan tetap hidup bahkan meningkat kemampuannya jika terus dilatih dan digunakan. Sebuah survei online dilakukan oleh para peneliti Australia terhadap 29.500 orang responden yang telah diseleksi dan termasuk kategori orang-orang yang memiliki daya ingat kuat.
Dikutip dari Prevention, ini dia 7 kebiasaan sederhana mereka yang berdaya ingat kuat yang bisa Anda terapkan sehari-hari untuk meningkatkan kemampuan otak. 
Oleh karena itu, disini saya ingin berbagi informasi mengenai tujuh kebiasaan orang yang memiliki daya ingat yang kuat. Apa saja sih sebenarnya tanda-tanda orang yang memiliki daya ingat yang kuat? Mari kita lihat!
1.      Tidak mengkonsumsi alcohol
Mereka tidak mengkonsumsi alkohol karena mereka tahu kalau alkohol itu bisa merusak kinerja otak kita.  maka dari itu orang yang memiliki daya ingat tinggi cenderung menjauhi hal-hal yang berbau dengan alcohol.

2.      Menonton televisi tidak lebih dari satu jam dalam satu hari
Mereka cenderung untuk membaca dibandingkan dengan menonton TV. Orang tipe seperti itu lebih suka untuk menonton televisi dengan acara yang berbau edukasi.

3.      Sering membaca novel
Sering membaca novel bis a mengasah imajinasi kita. Dengan imajinasi itu, kita bisa melatih daya ingat kita. Dengan membaca novel, otak akan dilatih berpikir dan menebak-nebak apa yang akan terjadi. Alur cerita novel yang berliku-liku akan membuat otak terus berpikir tapi dalam bentuk petualangan otak yang lebih menarik dan seru.

4.      Selalu menyambung-nyambungkan dan menyilang-nyilangkan data
Kemampuan otak akan terus meningkat ketika data yang masuk ke dalamnya terhubung satu sama lain. Dengan menghubung2kan seperti itu, sebuah data akan tersimpan dan tertanam dalam otak lebih kuat lagi.

5.      Selalu mengkonsumsi ikan
Ikan diketahui merupakan sumber protein yang berfungsi meregenerasi sel-sel mati. Sel-sel otak pun harus terus diregenerasi. Beberapa jenis ikan seperti salmon dan sarden mengandung omega 3 yang sangat baik untuk perkembangan sel-sel otak dan kemampuan mengingat seseorang.

6.      Meminum teh atau kopi
Teh dan kopi mengandung kafein yang bisa memacu kerja jantung dan otak untuk terus terjaga dan bekerja lebih baik lagi. Namun konsumsi yang berlebihan, terutama kopi bisa berakibat fatal. Minumlah dalam dosis yang sewajarnya.

7.      Selalu membuat catatan dan notes kecil
Data yang masuk ke otak kita tanpa tercatat mungkin saja menempel dan mungkin juga tidak. Namun jika data tersebut dicatat, maka kita dapat melihatnya kembali ketika lupa. Mencatat juga ternyata bisa meningkatkan kemampuan otak untuk menghafal hingga 20 persen.


http://iniakujune.blogspot.com/2010/12/tujuh-kebiasaan-orang-yang-memiliki.html#more

Kamis, 15 September 2011

10 kebiasaan yang dapat merusak otak

1.      Tidak Sarapan Pagi
Mereka yang tidak mengkonsumsi sarapan pagi memiliki kadar gula darah
yang rendah, yang akibatnya suplai nutrisi ke otak menjadi kurang.

2.      Makan Terlalu Banyak
Terlalu banyak makan, apalagi yang kadar lemaknya tinggi, dapat
berakibat mengerasnya pembuluh darah otak karena penimbunan lemak pada
dinding dalam pembuluh darah. Akibatnya kemampuan kerja otak akan
menurun.

3.      Merokok
Zat dalam rokok yang terhisap akan mengakibatkan penyusutan otak secara
cepat, serta dapat mengakibatkan penyakit Alzheimer.

4.      Mengkonsumsi gula terlalu banyak
Konsumsi gula yang terlalu banyak akan menyebabkan terganggunya
penyerapan protein dan nutrisi, sehingga terjadi ketidakseimbangan gizi
yang akan mengganggu perkembangan otak

5.      Polusi Udara
Otak adalah konsumen oksigen terbesar dalam tubuh manusia. Menghirup
udara yang berpolusi menurunkan suplai oksigen ke otak sehingga dapat
menurunkan efisiensi otak.

6.      Kurang Tidur
Otak memerlukan tidur sebagai saat beristirahat dan memulihkan
kemampuannya. Kekurangan tidur dalam jangka waktu lama akan mempercepat
kerusakan sel-sel otak.

7.      Menutup kepala saat tidur
Kebiasaan tidur dengan menutup kepala meningkatkan konsentrasi zat
karbondioksida dan menurunkan konsentrasi oksigen yang dapat menimbulkan
efek kerusakan pada otak.

8.      Menggunakan pikiran saat sakit
Bekerja terlalu keras atau memaksakan untuk menggunakan pikiran kita
saat sedang sakit dapat menyebabkan berkurangnya efektifitas otak serta
dapat merusak otak.

9.      Kurang menstimulasi pikiran
Berpikir adalah cara yang paling tepat untuk melatih otak kita.
Kurangnya stimulasi pada otak dapat menyebabkan mengkerutnya otak kita.

10.  Jarang berkomunikasi
Komunikasi diperlukan sebagai salah satu sarana memacu kemampuan kerja
otak. Berkomunikasi secara intelektual dapat memicu efisiensi otak.
Jarangnya berkomunikasi akan menyebabkan kemampuan intelektual otak jadi
kurang terlatih
.

Rabu, 14 September 2011

Mengapa kamu tidak boleh berenang setelah makan?

Jangan berenang selama satu jam setelah kamu makan adalah nasihat yang baik. Jika meloncat ke dalam kolam renang atau laut setelah kamu makan, kamu akan mengalami kejang otot atau kram dan beresiko tenggelam.

Kunci untuk memahami resiko ini adalah tubuhmu akan selalu bekerja untuk menjaga kebutuhan energinya. Mengacaukan kebutuhan energi dapat mengakibatkan suatu masalah. Ketika kamu berolahraga, sistem susunan saraf simpatetik, yaitu bagian dari susunan saraf automatik atau autonomik (saraf otak, saraf tulang belakang) merangsang urat-urat saraf ke jantung dan pembuluh darahmu. Perangsangan saraf ini menyebabkan pembuluh darah berkontraksi atau tertarik. Penarikan ini meningkatkan ketahanan pembuluh darah pada jaringan itu, dan mengurangi aliran darah ke jaringan urat-urat saraf tersebut. Otot-otot yang bekerja juga menerima perintah supaya pembuluh darah berkontraksi, tetapi hasil samping metabolisme yang dihasilkan dalam otot-otot menolak perintah ini, dan menyebabkan pembuluh darah membesar. Jadi, jika kebanyakan, bagian tubuhmu mendapatkan perintah untuk memotong aliran darah dan otot-ototmu mendapatkan perintah untuk mendorong aliran darah. Darah yang tadinya harus mengalir ke organ-organ tubuhmu akan menuju ke otot-ototmu. Tubuhmu akan mengambil darah dari satu organ dan mengalirkannya ke organ-organ  yang lain. Tidak akan menjadi masalah jika organ-organ seperti perut atau ginjal mendapatkan sedikit darah ketika sedang tidak bekerja.

Akan tetapi, bagaimana jika salah satu organ-organ ini memerlukan darah untuk melakukan aktivitasnya? Jika kamu baru saja selesai makan, makanan di dalam perutmu akan mulai dicerna. Hal ini memerlukan lebih banyak darah untuk dikirim ke perut dan ususmu. Jika sekarang kamu berada dalam satu situasi di mana sistem pencernaan dan otot-otot bekerja. Keduanya bersaing untuk meningkatkan permintaan darah. Hasilnya tidak satu pun dari kedua sistem ini mendapatkan cukup darah untuk memenuhi kebutuhannya dan urat-urat mulai kram. Seandainya kamu berada di dalam air, kram akan menjadi masalah yang serius dan meningkatkan resiko untuk tenggelam. Jika kamu menunggu selama kira-kira satu jam agar proses pencernaan berjalan dan makanan meninggalkan perutmu, resiko kram akan menurun.


Sumber:
www.howstuffworks.com

Apa yang menyebabkan kentut?

Kita semua pernah kentut dengan berbagai tingkatan karena adanya gas dalam perut. Akan tetapi, dari aman datangnya kentut?

Ini terjadi selam proses pencernaan. Segala makanan dalam perut harus dihancurkan menjadi bagian-bagian yang lebih kecil supaya dapat masuk ke dalam aliran darah. Protein akan diubah menjadi asam amino, lemak akan diubah menjadi asam lemak, dan karbohidrat (baik yang sederhana atau yang kompleks) akan diubah menjadi molekul-molekul glukosa.

Gas dalam perut terjadi ketika makanan tidak bisa hancur seluruhnya di dalam perut atau usus kecil. Akibatnya, makanan akan menuju usus besar dalam bahan yang tidak tercerna. Sebagai contoh, jika kamu tidak tahan dengan laktosa, kamu akan kekurangan enzim laktose dalam usus. Enzim ini akan mengubah laktosa menjadi dua molekul gula sehingga zat tersebut dapat memasuki aliran darah. Tanpa laktose, laktosa akan keluar melewati usus halus menuju ke usus besar tanpa dicerna. Di sana dia akan bertemu trilyunan bakteri yang lapar. Bakteri-bakteri ini memproduksi berbagai macam gas, sama dengan cara ragi memproduksi karbon dioksida untuk mengasamkan roti. gas-gas seperti metan, hidrogen, dan hidrogen sulfida adalah gas-gas yang diproduksi bakteri-bakteri ini. Hidrogen sulfida adalah sumber dari bau kentut.

Makanan-makanan tertentu menghasilkan lebih banyak gas dibandingkan yang lain karena mengandung karbohidrat-karbohidrat yang tidak dapat dicerna. Makanan yang harus kamu hindari adalah buncis karena tidak dapat dicerna dengan baik.



Sumber:
www.howstuffworks.com

Rabu, 07 September 2011

Apa yang menyebabkan tulang-tulang jariku berbunyi.

Apabila kamu pernah melipat jari-jari tangamu bersama-sama dan meregangkannya ke depan, kamu akan mendengar suara gemeletuk tulang-tulangmu. Persendian akan mengeluarkan suara krak ketika gelembung-gelembung cairan yang ada di sekitar persendian meledak. Persendian adalah pertemuan antara dua tulang yang terpisah, serta disatukan oleh urat-urat penyambung dan ligamen-ligamen. Semua persendian dalam tubuh kita dikelilingi dengan cairan synovial, yaitu cairan yang kental dan jernih. Ketika kamu mengulurkan atau menekuk jari-jarimu untuk membunyikannya, tulang-tulang persendianmu akan tertarik. Ketika kamu melakukan hal ini, kapsul-kapsul urat penyambung yang mengelilingi persendian meningkatkan volumenya. Peningkatan volume ini akan menciptakan pengurangan tekanan. Jadi, ketika tekanan cairan synovial turun, gas yang terlarut dalam cairan menjadi kurang terlarut, dan membentuk gelembung-gelembung melalui proses yang disebut kavitasi. Ketika persendian direntangkan dengan sepenuh tenaga, tekanan pada kapsul-kapsul akan turun sangat rendah sehingga gelembung-gelembung meledak dan membuat suara krak.


Gas memerlukan waktu 25-30 menit untuk larut kembali ke dalam cairan yang ada di dalam persendian. Selam periode waktu itu, tulang-tulang jarimu tidak akan berbunyi. Ketika gas terlarut kembali, kavitasi mungkin dapat dilakukan kembali dan kamu dapat membunyikan jarimu kembali.


Sumber:
www.howstuffworks.com